Raised Floor Data Center
Raised Floor
Raised Floor atau sering disebut Access Floor merupakan sistem lantai berbentuk panggung yang menjadikan elevasi lantai menjadi lebih tinggi. Biasa digunakan pada ruangan dengan instalasi instalasi kabel, data, komunikasi, dan pemipaan yang rumit. Raised Floor atau Access Floor terdiri dari rangka dan panel lantainya. Umumnya modul panel lantainya berukuran 60×60 cm.
Secara garis besar untuk rangkanya hampir semua raised floor sama menggunakan frame penyangga berbahan galvanis. Tetapi untuk pengisi panel lantainya terdapat 3 macam bahan yang sering digunakan, antara lain :
- Calcium Sulphate Panel Raised Floor terbuat dari bahan Calcium, atau sejenis Zat Kapur
- Wooden Panel Raised Floor terbuat dari bahan Partikel Kayu, sejenis Serbuk Kayu atau Particle Board
- Cementitious atau Light Concrete Panel Raised Floor terbuat dari bahan Semen, atau Beton Ringan.
Type Raised Floor Cement
Type Raised Floor Calcium
- Raised Floor tipe Bare,pada tipe ini panel lantainya berbahan logam untuk kebutuhan Interior Perkantoran (Office Area, Koridor, Loby) umumnya dilapis finishing lantai menggunakan Karpet Tile atau Vinyl.
- Raised Floor tipe HPL Panelnya telah dilapisi dengan bahan vinyl anti statis sehingga tidak perlu difinishing lagi dan siap untuk digunakan. Raised Floor tipe ini banyak digunakan untuk kebutuhan Data Center atau IT Room.
Mengapa Harus Menggunakan Raised Floor
Secara estetika keunggulan dalam menggunakan Raised Floor yakni terlihat lebih rapi karena bermacam instalasi kabel dan pemipaan yang tersembunyi didalam tanah.
- Ukurannya presisi dan berstandard internasional.
- Mudah dan cepat pemasangannya karena sistem knock down.
- Elevasi atau ketinggiannya dapat diatur sesuai kebutuhan.
- Panelnya sewaktu-waktu diperlukan dapat diangkat.
- Bisa dibongkar dan dipasang kembali di lokasi yang lain.
- Selain itu juga berperan penting untuk sirkulasi udara untuk AC dengan sistem down flow.
Instalasi Raised Floor
Pada instalasi under-floor dibuat grid yang ditinggikan dari lantai, tempat dimana struktur kabel, kabel
listrik, dan udara dingin dirutekan. Sprinkler piping dan leak detection mungkin dilokasikan juga disini.
Kebanyakan data center dibangun dengan tipe ini. Diluar biayanya yang relatif mahal, raised floor
memberikan keuntungan-keuntungan berupa:
• Meciptakan ruang untuk mengalirkan udara dingin.
• Menjaga ratusan atau ribuan patch cord dan kabel listrik yang diluar pandangan, sehingga
mengurangi kemungkinan untuk rusak atau tercabut tidak sengaja.
• Infrastrukturnya lebih mudah diakses.
Komponen-komponen pada raised-floor:
1.Ketinggian lantai
Ada bebapa faktor yang mempengaruhi tinggi lantai yang ideal untuk raised floor, diantaranya: ukuran dan bentuk lingkungan server, jumlah peralatan yang ditampungnya, berapa banyak udara dingin yang ingin dilewatkan, dan berapa banyak infrastruktur yang akan dilewatkan dibawah lantai. Makin tinggi lantai, makin besar sirkulasi udara yang bisa ditampung. Sehingga makin banyak udara dingin yang dialirkan ke permukaan lantai. Tinggi minimalnya adalah 2,6 m dari lantai ke halangan seperti sprinklers, lampu, atau kamera.
2. Ramp dan lift
Asumsikan permukaan raised-floor data center ditinggikan dari permukaan lantai, terdapat dua mekanisme untuk membawa peralatan ruang, yaitu ramps dan lift. Ramps adalah pilihan yang paling popular. Panjangnya ditentukan oleh tinggi dari raised-floor dan kemiringan yang digunakan untuk mencapai tinggi tersebut.
3. Kemampuan menahan beban
Ada bebapa faktor yang mempengaruhi tinggi lantai yang ideal untuk raised floor, diantaranya: ukuran dan bentuk lingkungan server, jumlah peralatan yang ditampungnya, berapa banyak udara dingin yang ingin dilewatkan, dan berapa banyak infrastruktur yang akan dilewatkan dibawah lantai. Makin tinggi lantai, makin besar sirkulasi udara yang bisa ditampung. Sehingga makin banyak udara dingin yang dialirkan ke permukaan lantai. Tinggi minimalnya adalah 2,6 m dari lantai ke halangan seperti sprinklers, lampu, atau kamera.
2. Ramp dan lift
Asumsikan permukaan raised-floor data center ditinggikan dari permukaan lantai, terdapat dua mekanisme untuk membawa peralatan ruang, yaitu ramps dan lift. Ramps adalah pilihan yang paling popular. Panjangnya ditentukan oleh tinggi dari raised-floor dan kemiringan yang digunakan untuk mencapai tinggi tersebut.
3. Kemampuan menahan beban
Lebih banyak berat yang dapat ditahan oleh lantai Data Center, lebih banyak peralatan, besar
dan kecil, yang memungkinkan dipasang dalam ruangan. Kemampuan lantai menahan beban
harus cukup untuk menahan peralatan yang terdisribusi ataupun terpusat termasuk kabel dan
media lainnya. kapasitas minimum lantai untuk menahan berat terdistribusi adalah 7,2 kPA(150
lbf/ft2
), kapasitas yang direkomendasikan adalh 12kPA (250 lbf/ft2
).
4. Tipe ubin lantai
4. Tipe ubin lantai
Tiga tipe ubin lantai dalam sistem raised-floor: blanks, perforated, dan notched. Ubin lantai
tersebut terdapat pada satu ukuran standar (2 kaki (61 cm kubik)) dan biasanya terbuat dari
baja, dengan kayu atau beton pada tengahnya, atau tuangan aluminium.
5. Kontrol Terhadap Listrik Statis
5. Kontrol Terhadap Listrik Statis
Panel raised-floor sebaiknya mempunyai kualitas static-control. Karena static (listrik statis) bisa
merusak peralatan elektronik yang sensitif. Static-control membantu mengurangi tegangan yang
ditimbulkan oleh orang yang jalan sepanjang permukaan lantai.
6. Subfloor
Jika menggunakan sistem raised-floor, pastikan bahwa subfloor-nya ditutup rapat. Ini mencegah
data center air handler mengaduk debu beton yang bisa membahayakan server dan peralatan
jaringan lainnya.
Masalah Umum instalasi Raised Floor
Masalah umum pada instalasi overhead atau raised-floor adalah sebagai berikut:
- Potongan ubin tidak diukur dengan sempurna dan salah lokasi penempatannya.
- Pemilihan material kabel yang kurang bagus.
- Sistem raised-floor yang dibuat tidak cukup kuat untuk mengakomodasi peralatan.


Ndempcaeexsa Jessica Lewis download
BalasHapusraicontrighgoo